RSS

Sebuah Puisi Tentang Rasa


Hai Kawan, apa kabar? Lama rasanya tidak berjumpa lagi. Maaf belum sempat up date blog ini, karena kesibukan dan kemarin mendapat nikmat Allah diperjalankan selama 2 minggu ke negeri Jepang..InsyaAllah kalau ada kesempatan, nanti akan saya ceritakan juga penggalan episode di Jepang..
Mungkin pagi ini saya hanya ingin menyapa kamu kawan?karena sungguh aku sangat rindu dengan kalian..rindu yang menggebu, rindu karena keimanan. Maka ijinkan saya persembahkan puisi saja kawan, di hari pertemuan ini kawan..semoga engkau menyukainya..

Apa Kabar Hai Rasa?
Lama kita tidak berjumpa..
Ah bukan kah kita selalu bersua
Aku saja yang terlalu manja
Namun kini aku isungguh ngin menyapamu kawan
Kawanku…rasa

Namun aku sadar kawan
Aku belum mampu..bahkan untuk memandangmu pun aku ragu
Ah…rasa..
Maka kini aku titipkan rasa pada SANG PENGUASA
Biarkan ia yang belum saatnya, bersamaNYA
Biarkan waktu yang kan menjawabnya
Hingga Dia mengembalikan rasa itu jika saatnya tiba

Yogyakarta, 20 Februari 2012

 
1 Comment

Posted by pada 20 Februari 2012 in Catatan Hati

 

Air Mata


sejenak sorang teman bertanya kepadaku,”Apa yang kau rasakan, setelah membuatnya menangis?”
aku pun terdiam…karena ini pertanyaan yang sulit…
ini bukan sebuah prestasi, lalu apa yang dibanggakan…astaghfirallah….
semilir angin dingin, mengingatkan ku pada sebuah artikel….tentang tangisan…..

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 November 2011 in Catatan Hati

 

Sabar dan Sederhana


Tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.

Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
” Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 2 November 2011 in Catatan Hati

 

Berbicaralah dengan Al-Quran


Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihii Washohbihii Waman Waalah amma ba’du…
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :

Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 2 November 2011 in Catatan Hati

 

Sertifikasi Kompetensi Dokter Hewan Indonesia : Cacat Hukum


Oleh: dr drh Mangku Sitepoe

Sertifikasi Kompentensi Dokter Hewan adalah keterangan tertulis yang menjelaskan tingkat penguasaan kemampuan tenaga kesehatan hewan dalam melaksanakan urusan kesehatan hewan.( Penjelasan pasal 71 ayat 3 dari UU no.18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan).

Setiap Dokter Hewan Indonesia wajib memiliki sertifikat Kompentensi Dokter Hewan (Sumber:Pedoman Pelaksanaan Penerbitan Sertifikat Kompetensi Dokter Hewan Indonesia disusun oleh PDHI).

Pengurus PDHI menggunakan payun hukum untuk menerbitkan Sertifikat Kompentensi dan Registrasi Dokter Hewan Indonesia adalah:

1. UU no.18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

2. UU no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikaan Nasional.

3. PP no 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional sertifikasi Profesi.

Sedangkan Pelaksanaan Penerbitan Sertifikat Kompentensi Dokter Hewan Indonesia oleh PDHI berpedoman kepada UU no.18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada:

1. Pasal 1 ayat 29

2. Pasal 71

3. Pasal 72. dan

4. Permentan no.2/Permentan/ OT.140/1/ 2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner.

Mendapatkan Sertifikat Kompetensi Dokter Hewan :

Setiap Dokter Hewan Indonesia wajib memiliki sertifikat Kompentensi.

Bagi Dokter Hewan lulus sesudah 7 Juni 2010: wajib mengikuti Ujian Nasional Sertifikat Kompentensi Dokter Hewan Indonesia.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Dokter Hewan adalah Pengurus PDHI bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan seluruh Indonesia.

Membayar Biaya administrasi: Rp.300.000. (Pedoman Pelaksanaan Penerbitan Sertifikat Kompetensi Dokter Hewan Indonesia. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 2 November 2011 in Studi Veteriner

 

Jangan Takut untuk Memilih Kawan


Umur Laisa saat itu sebelas tahun. Kelas empat Umur Dalimunte tujuh tahun. Sudah setahun Dalimunte tertunda sekolah karena Mamak tidak punya uang. Mamak ingat sekali. Hari itu. Pagi itu. Laisa mendekatinya dari belakang. Pukul empat shubuh. Saat Mamak sibuk memasak gula enau. Saat yang lain masih tertidur lelap.
“Biar. Biar Lais yang berhenti sekolah, Mak…”
Putri sulungnya tersenyum tulus, menatap dengan mata bercahaya.
“Kau harus terus sekolah, Lais!”
Mamak menatap tajam Laisa.
Menggeleng, “Lais tahu Mamak tidak punya cukup uang untuk membeli seragam baru Dali. Biar Lais yang berhenti sekolah. Lagipula Lais anak perempuan. Buat apa Lais sekolah tinggi-tinggi. Biarlah Dalimunte yang sekolah. Lais membantu Mamak mencari uang saja. Dengan begitu nanti Ikanuri dan Wibisana juga bisa sekolah…. Juga Yashinta….”
Putri sulungnya menyentuh lengannya. Menatap dengan yakin dan mengerti benar apa yang telah dikatakannya. Mulai shubuh itu, Mamak tahu persis satu hal. Laisa yang bersumpah membuat adikadiknya sekolah menjadikan sumpah itu seperti prasasti di hatinya. Tidak. Laisa tidak pernah menyesali keputusannya. Tidak mengeluh. Ia melakukannya dengan tulus. Sepanjang hari terpanggang terik matahari di ladang. Bangun jam empat membantu memasak gula aren. Menganyam rotan hingga larut malam. Tidak henti, sepanjang tahun. Mengajari adikadiknya tentang disiplin. Mandiri. Kerja keras. Sejak kematian Babak diterkam harimau,
Mamak sungguh tidak akan kuasa membesarkan anak-anaknya tanpa bantuan putri sulungnya, Laisa. Semua kesulitan hidup masa kecil itu. Laisa membantunya melaluinya dengan wajah bergeming. Wajah yang tidak banyak mengeluh.
Wajah yang sekarang terlihat amat lelah…. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 2 November 2011 in Catatan Hati

 

Tentang Warna


Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.

Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.

Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.

Dalam seni rupa, warna merupakan unsur yang sangat penting karena warna bisa menjadi alat untuk berekpresi. Bicara tentang warna, banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari darinya.

Dari percobaannya, Newton menyimpulkan bahwa apabila dilakukan pemecahan warna spectrum dari sinar matahari, akan dihasikan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu alias mejikuhibiniu. Warna-warna itu bisa ditangkap mata manusia pada saat ada pelangi. Teori kesehatan menyatakan bahwa semua warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia adalah warna pokok.

Akan tetapi Brewster punya teori lain. Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Teori ini menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.

Warna Primer

Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning

Warna Sekunder

Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning , hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

Warna Tersier

Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

Warna Netral

Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam

Warna panas dan dingin

Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.

Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.

Kontras komplementer

Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.

Kontras split komplementer

Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.

Kontras triad komplementer

Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.

Kontras tetrad komplementer

Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°)

Lalu Apa warna mu?

صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ

Artinya : Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.(QS. 2:138)

 
2 Comments

Posted by pada 1 November 2011 in Iptek

 

Semut dan Lalat


Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.

Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua “Ada apa dengan lalat ini Pak? Mengapa dia sekarat?”.

“Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”.

Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab “Lalat itu adalah seekor serangga yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”. Semut tua itu melanjutkan perkataannya “Ingat semut muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.

“Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda”

 
Leave a comment

Posted by pada 1 November 2011 in Catatan Hati

 

Stubborn


Harus selalu ada manusia keras kepala di dunia ini, meskipun satu.

Harus selalu ada manusia yang berani membangkang, meskipun satu.

Agar mereka yang takluk, punya keabsahan nilai baik sebagai penurut.

Harus selalu ada manusia yang lantang menyuarakan kebenaran yang diyakininya saat seluruh dunia berpendapat berbeda, meskipun satu.

Sebab itu adalah kewajibannya walaupun pahit.

Harus selalu ada manusia yang mau lelah berjuang meski tidak tahu apakah akan ada hasilnya, meskipun satu.

Karena itu lebih baik daripada lelah menggerutukan keadaan yang tak pernah menjadi lebih baik.

Harus selalu ada manusia yang menyatakan bahwa yang salah itu salah, meskipun satu.

Sebab jika tidak, bisa jadi mereka yang berwenang tidak akan pernah menyadarinya sebagai kesalahan.

Harus selalu ada manusia yang siap berjuang demi kebenaran dan siap dicatat sejarah sebagai permberontak atau teroris, meskipun satu.

Karena suatu saat pasti akan ada manusia lain bernurani jernih yang akan melanjutkan perjuangannya.

Harus selalu ada manusia yang optimis dan percaya di tengah keputusasaan, meskipun satu.

Bisa jadi itulah satu-satunya alasan untuk bertahan.

Harus selalu ada manusia keras kepala di dunia ini, meskipun satu.

Meskipun satu.

Dan kamu, ya kamu, maukah menjadi yang satu itu?

 

copas dari sumber:

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150315349552254

 
Leave a comment

Posted by pada 1 November 2011 in Catatan Hati

 

Aku Cemburu


Tak terasa ini adalah Ramadhan-ku yang ke-22,dan saat itu adalah masih di 10 hari pertama di bulan Ramdhan-ku yang ke-22 ini. Aku cemburu. Pada sosok yang begitu sederhana, karena dia telah merenggut Cinta ku dengan luarbiasa. Sama halnya ketika aku membaca sebuah tulisan di eramuslim dengan judul “Siapa yang Berhak Cemburu?” karya Ahmad Syukri. Demikianlah beliau bercerita tentang cemburu.

Mendung menerpa kaum Anshar. Penduduk muslim kota Yatsrib (sekarang Madinah) yang rela melapangkan rumah, tanah dan diri mereka menolong Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya setelah mereka terusir dari bumi Mekkah disebabkan orang-orang kafir Quraisy yang dengan kejam mencerca dan menyiksa mereka.

Kaum yang berjasa besar bagi kelangsungan dakwah Nabi Muhammad SAW. Kumpulan orang-orang mulia yang diabadikan sebutan mereka dalam kitab suci umat ini.

Setelah bertahun-tahun bersama-sama Rasulullah SAW dalam suka dan duka. Setelah peperangan demi peperangan mereka arungi sebagai wujud kesetiaan mereka terhadap Rasulullah SAW. Setelah jiwa dan hati mereka serahkan sepenuhnya untuk Allah dan Rasul-Nya.

Namun tak dinyana, hari itu seolah langit bergemuruh hebat dengan suara-suara parau yang beredar di kalangan kaum Anshar. Saat kejayaan Islam telah menggetarkan pilar-pilar kekaisaran Romawi yang berdiri kokoh waktu itu.

Saat sebagian besar daerah di jazirah-jazirah arab bahkan Makkah sudah tunduk di bawah kekuasaan Islam. Sekembalinya dari perang Hunain dan Thaif, Rasulullah SAW dan para sahabatnya pulang dengan harta rampasan perang yang melimpah ruah.

Tapi setelah pembagian harta rampasan selesai dibagi-bagikan, ada satu hal yang mengganjal di hati orang-orang Anshar. Para pembesar-pembesar Quraisy yang baru saja masuk Islam ketika penaklukan kota Makkah mendapat harta rampasan lebih banyak dari pada kaum Anshar bahkan dalam riwayat Ibnu Ishaq disebutkan mereka tidak mendapat bagian sama sekali.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 1 November 2011 in Catatan Hati

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.